ICBE 2018

Special Bylaw on Sustainable Province, Foundation for West Papua Development

SIARAN PERS ICBE 2018                                                                                                                                                        Dapat disiarkan segera

                                      Perdasus Pembangunan Berkelanjutan Landasan Pembangunan di Provinsi Papua Barat

Manokwari, 07 Oktober 2018 – Provinsi Papua Barat boleh berbangga diri, pasalnya, mereka menjadi satu-satunya Provinsi berkelanjutan yang mengedepankan aspek konservasi dalam pembangunan mereka. Legalitas tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat, yang rancangannya diluncurkan dalam pembukaan Konferensi Keanekaragaman Hayati, Ekowisata dan Ekonomi Kreatif (ICBE) 2018 di Perkantoran Gubernur Papua Barat, Minggu (07/10/2018).

Penyerahan rancangan Perdasus tersebut dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan kepada Pieters Kondjol selaku Ketua DPR Provinsi Papua Barat. Hal ini menjadi fundamental dalam menjaga ekosistem tanah Papua Barat yang jika digabungkan dengan tetangganya, Provinsi Papua, menyumbang 50% keanekaragaman hayati di Indonesia.

Perdasus tersebut juga menjadi landasan atas inisiatif mengkaji ulang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Papua Barat yang sedang dilakukan oleh tim Provinsi Papua Barat. Tujuannya, untuk mengatur ulang proporsi kawasan lindung dan budidaya hutan Papua Barat yang saat ini komposisinya 36% berbanding 64%. Sementara target yang diusung adalah kebalikannya, 70% wilayah Papua Barat merupakan kawasan konservasi dan lindung.

“Banyak orang berpendapat bahwa tujuan ini sebagaimana termaktub dalam deklarasi Provinsi Konservasi sangat ambisius, tapi saya sadar kalau hanya mengandalkan pembangunan biasa saja, tidak akan ada perubahan. Tidak banyak pilihan kecuali dorong pembangunan yang memperhatikan Sumber Daya Alam, pemeliharaan lingkungan dan berikan manfaat pada masyarakat. Ini bukan pekerjaan mudah, dan saya yakin dengan kerjasama dukungan Pemerintah Pusat, Kementerian terkait dan dukungan masyarakat serta mitra pembangunan , tujuan ini akan tercapai,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penyamaan visi pembangunan berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dalam kata sambutan Gubernur Papua Barat yang dibacakan Asisten II Sekda Provinsi Papua Noak Kapisa, Papua menyatakan komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan.

“Sebagaimana diketahui bahwa visi Pembangunan berkelanjutan Papua (Visi 2100 Papua) yang menjadi dasar Visi pembangunan kami dalam periode 2018-2023 adalah ‘kebahagiaan dan kualitas hidup seluruh rakyat Papua berada pada tingkat setinggi-tingginya secara adil dan merata, serta kondisi alam Papua, baik daratan, perairan udara tetap lestari dan terjaga serta meningkat kualitasnya’. Bagi kami di Provinsi Papua, tanah adalah Ibu. Ungkapan itu sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana hutan dan alam Papua yang kaya akan akan sumber daya alam senantiasa menyediakan semua kebutuhan dan perlindungan layaknya seorang mama yang menyediakan makan, minum, kehangatan dan perlindungan bagi anak-anaknya,” ucap Noak.

Penyatuan Visi dari Papua dan Papua Barat ini merupakan satu hal yang diperlukan dalam mendukung pelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Tanah Papua. Hal itu juga yang dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat yang juga merupakan Ketua tim Kerja ICBE 2018 Charlie Heatubun.

“Walau secara administratif berbeda, tapi secara biologi dan ekologi kita sama, makanya kita harus bangun komitmen bersama untuk jaga dan lestarikan apa yang kita punya di Tanah Papua,” terang dia.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan spesies Pinang dan Anggrek yang namanya diambil dari Bapak dan Ibu Negara Joko Widodo dan Iriana Widodo. Pinang Jokowi (Areca jokowi) didedikasikan untuk Joko Widodo atas kepemimpinannya dan kesederhanaannya yang patut dicontoh, dan yang terpenting perhatian khususnya atas pengembangan Tanah Papua. Sementara Anggrek Iriana (Bulbophyllum irianae) didedikasikan sebagai penghargaan terhadap upaya-upaya beliau dalam mendorong dan mendukung proses pembangunan di Papua dan Papua Barat.

ICBE 2018 hari pertama, Senin (08/10/2018) akan menyelenggarakan 3 sesi pleno dan 4 sesi paralel dengan tema beragam. Salah satu pleno akan membahas percepatan pembangunan melalui Provinsi Berkelanjutan di tanah Papua sebagai tindak lanjut atas peluncuran Perdasus. Narasumber yang akan dihadirkan antara lain Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Asisten II Provinsi Papua Noak Kapisa hingga Dosen Harvard Kennedy School Art RIchard Senider.

                                                                                                          ###SELESAI###

Tentang ICBE 2018
ICBE adalah pelaksanaan Agenda 2030 Pembangunan Berkelanjutan (Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development) oleh Perserikatan Bangsa-bangsa yang berisi 17 tujuan (goals) dan 169 sasaran (targets), dimana keanekaragaman hayati mendapat perhatian serius. ICBE 2018 memperkenalkan konsep dan inisiatif Provinsi Konservasi sebagai solusi cerdas pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua secara global. Konsep yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelestarian keanekaragaman hayati, pemanfaatan jasa lingkungan, ekonomi kreatif dan peningkatan partisipasi masyarakat.

ICBE 2018 ini merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan Pemerintah Provinci Papua, United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU), Conservation International Indonesia (CI-IP), Kew Royal Botanical Garden, Eidenburg University, Cornell Lab for Ornitology (Cornell University), Yayasan EcoNusa, The Nature Conservation, Universitas Papua, WWF, dan Koasli LSM Papua Barat.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menabuh tifa sebagai simbol secara resmi pembukaan Konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati, Ekowisata, dan Ekonomi Kreatif (International Conference on Biodiversity, Ecotourism, and Creative Economy – ICBE) 2018. Pembukaan dihadiri sejumlah duta besar dan perwakilan kementerian dari Pemerintah Pusat
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (tengah) secara simbolis menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah Khusus Provinsi Berkelanjutan Papua Barat kepada Ketua DPRD Papua Barat Pieters Kondjol (kanan). Raperdasus tersebut menjadi landasan pembangunan di Provinsi Papua Barat sekaligus memperkuat komitmen Provinsi Konservasi yang dideklarasikan pada 2015 lalu.

 

Kontak Media
Tim Media ICBE 2018
Email : mediaicbe2018@gmail.com
www.papuabarat-icbe2018.org

"Provinces of Conservation: Smart Solution for Sustainable Development in Papua"