ICBE 2018

Tujuan. Target. Manfaat

Tujuan Konferensi

  • Memperkenalkan konsep dan inisiatif Provinsi Berkelanjutan sebagai solusi cerdas pembangunan.
  • Menginformasikan tentang keanekaragaman hayati dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, status dan tantangan serta peluang dan kesempatan dalam pelaksanaan Provinsi Berkelanjutan.
  • Mempromosikan dan meningkatkan pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan jasa lingkungan dan ekonomi kreatif.
  • Memanfaatkan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam serta menetapkan posisi masyarakat lokal dalam usaha pelestarian alam, pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan ekonomi.
  • Menjajaki pengadaan pendanaan berkelanjutan bagi kegiatan-kegiatan pelestarian alam, pembangunan berkelanjutan dan pengembangan masyarakat, melalui berbagai skema pembentukan dan pemanfaatan pendanaan, termasuk pendanaan publik (crowdfunding) maupun dana abadi (trust fund).
  • Terwujudnya Komitmen Bersama yang kuat dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Tanah Papua, Mitra Kerja dan Masyarakat untuk pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan dan menjadikan Tanah Papua sebagai rujukan terbaik Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Target Konferensi

  • Menjelaskan dan memperkuat tujuan dari deklarasi Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi guna mendapatkan berbagai gagasan, ide dan dukungan dan komitmen masyarakat dunia bagi pelaksanakan Provinsi Konservasi;
  • Sarana untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi berbagai pemangku kepentingan baik pada dalam provinsi, antar provinsi, nasional dan masyarakat global.
  • Memperkuat dan memperbaiki rencana maupun pelaksanaan penerapan Provinsi Konservasi lewat kerjasama berbagai pemangku kepentingan.
  • Membangun komitmen bersama untuk memberikan tempat dan peran sentral masyarakat lokal dalam pelestarian alam, pemanfaatan sumber daya alam.
  • Mendorong penguatan pemahaman pembangunan berkelanjutan dan kegiatan pelestarian keanekaragaram hayati, pemanfaatan jasa lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis keanekaragaman hayati dan budaya.
  • Tersedianya data dasar (database) dan akan terbangunnya infrastruktur lewat komitmen pembangunan Museum Sejarah Alam Tanah Papua (Natural History Museum of Papua) di Manokwari, dan tersedianya dana abadi (Trust Fund) bagi pengelolaan pembangunan berkelanjutan yang berasal dari pendanaan publik (crowdfunding) sebagai alternatif sumber pendanaan pembangunan di Tanah Papua.

Outcome

Diharapkan hasil Konferensi dapat menjadi landasan dan gagasan bagi Pemerintah Papua Barat, Pemerintah Papua dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan Provinsi Konservasi di Tanah Papua. 

  • Tersedianya informasi ilmiah tentang status, tantangan dan kesempatan pelestarian keanekaragaman hayati sebagai data dasar (data base) dalam perwujudan Provinsi Konservasi.
  • Pemahaman dan gagasan pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan jasa lingkungan dan ekonomi kreatif yang memperhatikan pelestarian serta memberikan manfaat bagi masyarakat lokal di Tanah Papua.
  • Pemahaman tentang pengetahuan traditional masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya alam, dan merumuskan peran dan tanggungjawab yang dapat dilaksanakan masyarakat lokal dalam pelestarian keanekaragaman hayati serta pemanfaatan sumberdaya alam.
  • Tercapainya kesepakatan bersama (memorandum of understanding atau letter of intent) Gubernur Papua dan Papua Barat, dan para pihak terkait tentang pembangunan berkelanjutan, termasuk pelestarian dan pengelolaan keanekaragaman hayati, pemanfaatan jasa lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis keanekaragaman hayati dan budaya – secara khusus kesepakatan dimulainya pembangunan museum sejarah alam Tanah Papua (The Natural History Museum of Papua) di Manokwari.
  • Terbentuknya inisiatif untuk pengadaan pendanaan berkelanjutan untuk mendukung kegiatan pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan lewat pendanaan masyarakat (crowdfunding) atau dana abadi (trustfund) dalam mendukung pelaksanaan Provinsi Konservasi.

"Province of Conservation: Smart Solution for Sustainable Development in Papua"