Team

Drs. Dominggus Mandacan

Badan Pengarah

Drs. Dominggus Mandacan lahir di Manokwari, Desember 1959. Dia angkat sebagai Gubernur Papua Barat pada tahun 2017. Sebelumnya, Dominggus menjabat sebagai Bupati Kabupaten Manokwari selama dua periode. Visi membangun dengan hati, menyatunkan dengan kasih.

Professor Charlie D. Heatubun

Professor Charlie D. Heatubun

Panitia Pelaksana

Professor Heatubun saat ini mejabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat (Balitbangda) dan guru besar pada Fakultas Kehutanan, Universitas Papua dan Honorary Research Associate pada Royal Botanical Garden Kew, Inggris. Berpengalaman lebih 20 tahun sebagai peneliti sistematik palem dan survai botani di New Guinea, Maluku, Sulawesu dan Kalimantan Utara. Prof Charlie adalah ahli palem dan botani hutan Papua, Fellow Linnean Society London, anggota Kelompok Species Survival Commission Palm Specialist, anggota Fresh Water Plant Specialist IUCN, dan anggota pengurus Yayasan Flora Malesiana. Dikenal sebagai ahli palem, terutama genera Areca, Cyrosrachys, Jailoloa, Manjekia, Sommieria dan Wallaceodoxa. Sebagai konsultan biodiversiti, konservasi dan pembangunan berkelanjutan, sebagai external auditor untuk PT. Freeport Indonesia.

Yance de Fretes, MES, PhD.

Panitia Pelaksana

Bekerja dengan persoalan konservasi, biodiversiti dan pengembangan masyarakat sejak tahun 1980an, termasuk menyiapkan dan mengusulkan penetapan kawasan konservasi di Tanah Papua. Penulis Ekologi Papua (2007) dan Ekologi Maluku dan Nusa Tenggara (1997). Saat ini bekerja sebagai Senior West Papua Program Manager, Conservation International.

Dr. Keliopas Krey

Dr. Keliopas Krey

Panitia Pelaksana

Dr. Keliopas Krey adalah seorang Lektor pada Laboratorium  Zoologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua. Ahli herpet (katak dan ular),  lulusan program doktor dalam bidang Biosains Hewan Institut Pertanian Bogor. Saat ini ia aktif melakukan penelitian amfibi dan reptil di wilayah barat subkontinental New Guinea, Papua. Fokus risetnya terhadap filogeografi ular putih di Papua telah menyumbang daftar inovasi pembelajaran biologi bagi manusia.

"Provinsi Konservasi: Solusi Cerdas Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua”