ICBE 2018

Ritual “Amai” Syarat Tebang Pohon Suku Malind Anim di Kampung Kaliki

Masyarakat Malind Anim salah satu suku di Papua yang mendiami wilayah di Kabupaten Merauke, hidup harmonis dengan alam di sekitar mereka. Hal ini seperti yang diperlihatkan oleh marga Balagaize, yang mendiami kampung Kaliki. “Alam tempat kami tempati, sebenarnya hanya titipan dari leluhur kami. Untuk itu alam ini harus kami jaga, dipelihara dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Esau Balaigese bertempat tinggal di Simpang Wayau, areal konsesi pengelolaan hutan Koperasi Serba Usaha (KSU) Mo Make Unaf.

Sebelum kami memasuki hutan, untuk berburu, menebang sagu atau menebang pohon kami harus melakukan ritual adat “ Amai”. Amai biasanya dipimpin oleh orang yang dituakan dalam marga tertentu. Sebelum pemimpin ritual membacakan doa, maka beberapa perlengkapan ritual  harus dipersiapkan seperti daun pakis, pinang, sirih, kapur dan tembakau. 

Setelah semua perlengkapan siap, maka  semua anggota keluarga dikumpulkan dan berdiri  mengitari pohon yang akan ditebang. Salah satu anggota keluarga akan bertugas memegang daun pakis, mengatur dan meletakannya disalah satu sisi pohon yang akan ditebang. Kemudian pemimpin ritual akan bertugas memulai ritual dengan mengucapkan doa dengan bahasa daerah dan kemudian meletakan pinang, sirih, kapur dan tembakau.

“Amai” bagi suku Malim Anim, merupakan wujud dari penghargaan mereka terhadap arwah leluhur mereka. Suku Malind Anim percaya bahwa alam yang digunakan senantiasa dijaga oleh arwah leluhur mereka. Untuk itu sebelum kami memasuki dan memanfaatkan sumberdaya alam patut meminta restu kepada leluhur kami. Ibarat kita hendak masuk ke rumah orang, patut mengetuk pintu dan meminta ijin kepada tuan rumah, kata bapak Esau Balagaize yang memimpin ritual Amai, sebelum menebang pohon bersama anggota KSU Mo Make Unaf.

*KSU Mo Make Unaf adalah salah satu dari KSU dampingan WWF-Indonesia dalam program community logging. Program ini merupakan program pengelolaan hasil hutan kayu oleh masyarakat adat dengan prinsip-prinsip lestari.

Penulis: Benja V. Mambai
Alih bahasa: Ade Sangadji

"Provinces of Conservation: Smart Solution for Sustainable Development in Papua"