ICBE 2018

PENGEMBANGAN EKOWISATA BIRDWATCHING ISIO HILL’S DIDUKUNG 7 BUMN

Jayapura – Pengembangan kawasan ekowisata “Bird Watching Isio Hill’s” yang bertempat di kawasan Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura saat ini menjadi strategis. Peningkatan jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara dari tahun ke tahun mengalami kenaikan signifikan. Pengembangan ekowisata terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan kapasitas pengelola menjadi hal mendasar yang harus dilakukan. Melihat potensi dan kebutuhan tersebut, tujuh BUMN yang terdiri dari PT. Telkom Indonesia, PT. Garuda Indonesia, PT. Bank BNI Tbk. PT. Pembangunan Perumahan, PT. Wijaya Karya, PT. Bank Mandiri Tbk., dan PT PLN, sepakat memberikan dukungan untuk pengembangan Ekowisata.

Memantau Cendrawasih Raja. Photo credit : Ade Sangadji/WWF Indonesia

 

Dukungan ini meliputi pembangunan infrastruktur diantaranya pembangunan menara pemantau, jembatan dan jalur lintas alam, rumah penginapan, sekolah alam, dan pengembangan sarana telekomunikasi. Dalam pengembangan kapasitas, pengelola ekowisata yang merupakan masyarakat adat Rhepang Muaif dibekali dengan berbagai pelatihan seperti pelatihan administrasi dan menejemen keuangan serta kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif terutama untuk kelompok perempuan. Serta program pendidikan bagi anak-anak dan pemuda dari suku-suku di wilayah tersebut.

Serah Terima Dukungan 7 BUMN. Photo credit : Ade Sangadji/WWF Indonesia

Sebagai lokasi Birdwatching atau pemantauan burung, kawasan ini memenuhi dua kriteria penting sebagai syarat Daerah Penting Burung (DPB) yakni terdapat jenis-jenis burung terancam punah seperti jenis Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus), Rajawali Papua (Harpyopsis novaeguineae), Mambruk Victoria (Goura victoria), selain itu terdapat jenis Cenderawasih Paruh Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii) yang mendekati terancam (near threatened). Juga terdapat jenis-jenis burung sebaran terbatas yang merupakan karakteristik dari suatu bioma tertentu/kawasan Daerah Burung Endemic (DBE), seperti jenis burung Nuriara Pipi-kuning (Psittaculirostris salvadorii) dengan sebaran terbatas di kawasan hutan dataran rendah bagian utara Papua sehingga jenis ini dimasukkan sebagai jenis endemik. Para wisatawan yang berkunjung dapat memantau langsung empat jenis Burung Cenderawasih di lokasi Isio Hiils yaitu Cenderawasih Raja (Cincinnurus regius), Cenderawasih Kecil (Paradisea minor), Cenderawasih Mati Kawat (Celecoudis melanoleuca) dan Cenderawasih Paru Sabit Paruh Putih (Epimachus bruijnii).

Memantau Berbagai Jenis Burung. Photo credit; Ade Sangadji/WWF Indonesia

Disamping melakukan pendampingan bersama Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup kabupaten Jayapura untuk mendorong kegiatan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat adat yang berkelanjutan, WWF-Indonesia Program Papua, Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan pemilik hak ulayat, telah melakukan pemancangan 8 Pal batas permanen untuk lokasi yang akan di usulkan menjadi wilayah kelola hutan adat Yawadatum wilayah Grime Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, seluas 19.000 ha untuk pengelolaan ekowisata pemantauan burung Rhepang Muaif. Upaya tersebut dan ditambah dengan dukungan dari BUMN diharapkan mampu mendorong pengelolaan kampung ekowisata dan pemberdayaan masyarakat adat di Rhepang Muaif menuju kampung wisata percontohan dalam kawasan hutan adat yang pertama di Jayapura dan di Papua.

Penulis: Ade Erawati Sangadji

"Provinces of Conservation: Smart Solution for Sustainable Development in Papua"