ICBE 2018

Mappi, Kabupaten Sejuta Rawa

Berdasarkan Pemaparan Bupati Mappi Dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 23 di Bonn, Jerman

Kabupaten Mappi adalah salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Merauke pada 2002 dengan luas wilayah sebesar 28.518 km2. Mappi mempunyai luas hutan sebesar 1,6 juta hektare atau 56% dari luas total kabupaten yang terdiri dari hutan lahan kering, hutan lahan basah, hutan mangrove dan sabana. Dengan tipe hutan tersebut Kabupaten Mappi memiliki total cadangan karbon kurang lebih 177.999.978 ton.

Kabupaten Mappi diharapkan dapat menaikkan proporsi kawasan lindung dari 7% menjadi ± 20 – 38 %. Sehingga diharapkan ada kontribusi Mappi untuk mempertahankan kawasan hutan di Papua seluas ± 530.000 hektare dan kontribusi dalam Kebijakan Pengelolaan Gambut Nasional melalui program forum multipihak Mappi Lestari Sejuta Rawa atau MALESERA seluas ± 200.000 hektare.

 

Photo credit : Rintho G Maturbongs.

Berdasarkan hasil kajian WWF Indonesia pada 2010 dan USAID LESTARI pada 2016, Kabupaten Mappi memiliki potensi spesies yang masuk dalam kategori Nilai Konservasi Tinggi sebanyak 60-70% dari total spesies yang ditemukan. Sementara ditinjau dari aspek jasa lingkungan tata air, Mappi merupakan kabupaten yang sebagian besar ekosistemnya merupakan rawa dan sungai. Kabupaten Mappi memiliki sistem aliran air permukaan yang unik karena merupakan kabupaten hilir yang menerima aliran sungai dari kabupaten tetangga.

Di sisi lain, Kabupaten Mappi juga merupakan kabupaten hulu karena hulu-hulu rawa yang ada di Mappi merupakan pemasok dan penyimpan air untuk sungai-sungai kecil di sekitarnya. Keunikan lain yang menjadi ciri khas Papua pada umumnya dan Kabupaten Mappi pada khususnya adalah hukum adat masih dilestarikan dalam kegiatan pengelolaan sumber daya alam maupun keputusan hak atas tanah. Sehingga perlu keterlibatan masyarakat adat dalam setiap bentuk perencanaan pembangunan.

Komitmen ini pula yang telah disampaikan oleh Bupati Kabupaten Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Perubahan Iklim COP 23 di Bonn, Jerman, November silam. Dalam mendukung komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk mempertahankan tutupan hutan sebesar 90%, Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi mendukung evaluasi perencanaan tata ruang wilayah yang berlandaskan pada kriteria lokal, yakni mewujudkan Mappi sebagai “kabupaten sejuta rawa” dengan mempertahankan wilayah yang penting untuk pelestarian tata kelola air.

Diusulkannya beberapa kawasan menjadi kawasan fungsi perlindungan bukan berarti kegiatan budidaya tidak dapat dilakukan. Pemerintah Daerah Mappi mendukung kegiatan pengembangan ekonomi berbasis pengembangan komoditas lokal secara berkelanjutan untuk memperkuat sektor ekonomi mulai dari kampung dan distrik. Pengembangan ekonomi harus bertumpu pada kapasitas masyarakat sehingga masyarakat Mappi diharapkan dapat makmur secara ekonomi, mempertahankan nilai lingkungan hidup dan memperkuat nilai ketahanan sosial budaya agar dapat berkontribusi pada Indonesia dan dunia dalam menghadapi isu perubahan iklim.

"Provinces of Conservation: Smart Solution for Sustainable Development in Papua"